Penyakit Gula

Penyakit kencing manis adalah penyakit yang menakutkan bahkan nomor tiga sebagai penyebab kematian. Jumlah penderita penyakit diabetes dari hari ke hari terus meningkat akibat pola hidup modern yang salah, misalnya kurang olahraga, makan yang terlalu banyak karbohidrat dan gula, tidak berpuasa atau diet dsb.

Jumlah penderita diabetes di Eropa misalnya telah menjadi epidemik. Hal itu mengakibatkan tersedotnya sebagian besar anggaran pelayanan kesehatan pemerintah dalam masa sepuluh tahun mendatang. Negara-negara maju telah menghabiskan hampir 10% dari anggaran pelayanan kesehatan hanya untuk semua terapi dan pelayanan penyakit diabetes.

Apabila makanan kelebihan kandungan insulin, pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Hingga akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Maka, kadar gula darah pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga akhirnya muncul penyakit diabetes.

Posted in Penyakit Gula | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Pada Penyakit Diabetes Melitus

Penyakit diabetes melitus adalah kelainana metaboli yang gangguan utamanya adalah pada metabolisme karbohidrat, yang disertai dengan gangguan metabolisme lemak dan juga protein. Tingginya kadar gula darah yang bersifat kronik inilah yang memicu gangguan sistem saraf, ginjal, jantung, pembuluh darah, paru, pencernaan, imunitas dan sebagainya. Semuanya sangat berkaitan.

Kalangan kedokteran menamakan penyakit diabetes melitus sebagai Mother of Disease atau obu dari segala penyakit. Mengapa dinamakan demikian? Karena jika seseorang sudah mengidap penyakit kencing manis, berarti darahnya tercemar oleh gula yang menyebar ke seluruh organ tubuh penting lainnya dan merusak organ tersebut.

diabetes

Pravalensi penyakit diabetes smelitus makin hari makin meningkat baik di nefar sedang berkembang seperti Indonesia, maupun di negara-negara berkembang lainnya. Kenyataan hal ini mesti disikapi dengan upaya pencegahan primer yakni dengan melakukan modifikasi gaya hidup (lifestyle) baik dengan pendekatan farmakologi ataupun non-farmakologi.

Gejala pada penyakit diabetes melitus salah satunya adalah menyerang bagian kaki. Kaki diabetes adalah kelainan tungkai kaki bawah akibat diabetes melitus DM yang tidak terkendali. Kelainan tersebut disebabkan oleh adanya gangguan persyarafan, gangguan pembuluh darah dan infeksi.

Gangguan persyarafan dan pembuluh darah akan menyebabkan gejala pada penyakit diabetes melitus :

  1. Rasa gatal, kebal, atau kurang berasa, terutama pada ujung jari.
  2. Nyeri pada saat istirahat, teritama pada malam haru
  3. Rasa pegal atau nyeri di kaki
  4. Produksi keringat yang menurun, kulit kering dan pecah-pecah.
  5. Kaki mudah lelah, mudah kram otot.
  6. Perubahan bentuk kaki, misal ibu jari seperti martil (hammer toe)
  7. Jika luka sukar sembuh.

Cara memilih sepatu yang baik untuk menghindari terserangnya gejala pada penyakit diabetes melitus bagian kaki adalah :

  1. Sepatu tidak boleh terlalu longgar atau terlalu sempit. Hindari sepatu berhak tinggi dan runcing pada bagian depan.
  2. Bagian dalam sepatu tidak boleh kasar, terbuat dari bahan busa, karet atau plastik.
  3. Bila sudah ada kelainan pada kaki seperti penonjolan tulang, sebaiknya konsultasi pada ahlu pembuat sepatu di unit rehabilitasi medis rumah sakit terdekat.
Posted in Penyakit Gula | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Makanan Penurun Gula Darah

Tingkat glukosa darah yang tinggi bisa mengakibatkan kondisi penyakit diabetes melitus atau penyakit gula darah tinggi. Mengabaikan masalah ini bisa mengakibatkan berpengaruhnya fungsi tubuh. Jika kadar gulanya mencampai tingkat yang sangat mengkhawatirkan, maka mereka langsung akan menyerang fungsi dan juga integritas dari organ-organ yang vital misalnya adalah mata, hati, otak, ginjal, dan lain-lain. Di sisi lainnya, kadar gula darah sangat rendah dan bisa menyebabkan masalah hipoglikemia dan koma. Resiko dari terjadinya kematian bisa terjadi jika tidak segera diobati. Salah satu cara mengatasi masalah gula darah yang tinggi bisa dilakukan dengan konsumsi makanan penurun gula darah.

Mengonsumsi makanan penurun darah haruslah dilakukan secara tepat waktu dan benar dengan cara yang sistematis yang bisa membantu dalam mengendalikan kadar gula darahnya. Kebiasaan makan makanan yang tidak teratur ini bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada suatu metabolisme tubuh.

Makanan penurun gula darah seperti buah-buahan dan sayuran yang mentah adalah makanan yang diperlukan. Makanan ini kaya akan serat, sebuah konstituen yang membantu dalam rilis lambat dan juga terkendalinya gula ke dalam aliran darah. Dianjurkan juga untuk menghindari akanan yang sangat halus misalnya adalah tepung terigu, roti itm yang secara alami kaya akan gula, gula pekat, buah-buahan misalnya buah pisang, mangga dan juga lain-lainnya.

Setelah mengonsumsi makanan yang kaya akan karbohidtrat kompleks misalnya adalah tepung gandum, dan dedak padi bersama dengan makanan yang kaya protein adalah suatu resep yang sempurna untuk menjaga kadar gula darah. Daging ayam dan juga ikan merupakan suatu sumber protein yang baik. Vitamin C yang terdapat dari buah-buahan misalnya jeruk dan lemon juga berguna.

Bagi penderita penyakit gula, sebaiknya melakukan wajib control tingkat gula darah  mereka. Untuk melakukan hal ini penderita penyakit gula atau penyakit diabetes cukup memilih makanan yang bisa membantu dalam menurunkan tingkat gula dalam darahnya.

Posted in Penyakit Gula | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Menangani Kaki Diabetes

Bagaimana cara menangani masalah kaki pada diabetes?

Menangani Kaki Diabetes prioritas pertama untuk perawatan kaki pada Penyakit Diabetes adalah mencegah terjadinya luka pada kaki. Jika anda memiliki luka, dokter andalan yang pertama-tama harus menilai apakah luka itu terjadi karena kerusakan saraf atau berkurangnya pasokan darah atau infeksi. Ini karena setiap faktor yang berkontribusi membutuhkan jenis perawatan yang berbeda.

  • Penanganan kerusakan saraf

Kebanyakan orang yang mengidap diabetes dan memiliki masalah kaki cenderung mengalami rasa sakit, menurunnya sensasi atau rasa kebas pada kaki. Akan tetapi, perkembangan kerusakan saraf bisa sangat lambat sehingga anda mungkin tidak menyadari gejal-gejalanya. Kadang kala rasa sakit mungkin tidak ada dan karenanya perkembangan luka mungkin tidak teramati pada tahap-tahap awal. Maka, ketiadaan gejala kerusakan saraf bukan berarti tidak ada kerusakan. Inilah sebabnya dokter anda pertama-tama akan memeriksa kaki anda dengan seksama, terutama pada area di mana ada pertambahan tumpuan beban seperti pada tumit, bagian bawah telapak kaki, pada bagian bawah jari kaki, dan lain-lain. Kerusakan saraf pada kaki mungkin menyebabkan tanda-tanda seperti luka tersembunyi di bawah kulit yang mengeras, kulit kering yang hangat, vena pada kulit yang membesar, dan sensasi rasa yang berkurang.

Biasanya, uji laboratorium tidak direkomendasikan untuk diagnosis dan penanganan saraf yang rusak pada kaki. Kadang kala, beberapa tes mungkin dibutuhkan. Hal ini mencakup : (a) sensasi sentuhan ringan, (b) kepekaan terhadap suhu, (c) sensasi getaran, dan (d) efisiensi saraf untuk mengirimkan pesan ke dan dari otak, juga, dokter kemungkinan besar akan memastikan bahwa alas itu pas di kaki anda. Karena, alas kaki tang kurang pas juga bisa menyebabkan luka pada kaki.

images (16)

Menangani Kaki Diabetes kebanyakan luka yang disebabkan oleh kerusakan saraf bisa sembuh secara memuaskan dengan cara-cara sederhana. Dokter anda akan menganjurkan anda untuk tidak memberikan tekanan pada bagian kaki yang sakit. Jika anda tidak bisa mengistirahatkan kaki dan menghindari pemberian tekanan, dokter anda mungkin akan merekomendasikan pemakaian gips atau sepatu bot yang dapat dilepas yang dapat melindungi kaki bagaikan gips. Penting bagi anda untuk menjalani  pemeriksaan secara rutin demi memastikan bahwa lukanya sembuh. Ini karena gips yang tidak dipasang dengan benar bisa menyebabkan kerusakan yang lebih jauh pada kaki.

Beberapa praktisi medis merekomendasiakan pemakaian pelembab untuk mempercepat kesembuhan, sedangkan sebagaian yang lain pervaya bahwa memindahkan tumpuan dari kaki yang sakit dan memastikan peredaran darah yang cukup sudah memadai untuk menyembuhkan borok  secara memuaskan.

  • Penanganan Terhadap kurangnya pasokan darah

Kurangnya pasokan darah ke kaki dan tungkai bisa menyebabkan gejala seperti rasa lemah pada tungkai dan rasa sakit mirip kram pada otot betis, paha, atau pantat, rasa sakit pada kaki selama istirahat , yang sering kali memburuk pada malam hari, dan sebagainya. Gejala-gejala ini bisa jadi sangat ringan sehingga anda mungkin mengabaikannya. Kurangnya pasokan darah bisa mengarah pada tanda-tanda, seperti kaki yang dingin, rontoknya bulu-bulu kaki, dan menebalnya kuku. Dokter anda mungkin akan kesulitan mendeteksi denyut nadi pada kaki atau tungkai.

Dalam rangka membuat diagnosis yang akurat merawat anda dengan cara yang paling cocok, dokter anda mungkin menyarankan dilakukannya tes laboratorium seperti dop pler ultrasound studies pada arteri kaki dan tungkai. Doppler ultrasound studies adalah suatu teknik dimana frekuensi gelombang suara yang sangat tinggi digunakan untuk mempelajari perilaku dari struktur tubuh yang bergerak, seperti darah atau katup jantung. Jenis gelombang ultrasonik yang dipantulkan dari permukaan yang bergerak berbeda dari yang dipantulkan oleh permukaan lain.

Jika dokter anda menduga kurangnya pasokan darah yang parah atau jika Doppler ultrasound studies menunjukan adanya ketidaknormalan, dokter akan mungkin menganjurkan pelaksanaan arteriography pada kaki. Dalam prosedur ini, suatu substansi kimia yang bisa terlihat pada sinar-x disuntikkan pada arteri kaki, lalu diambillah serangkaian gambar. Tes ini sering kali digunakan untuk mendeteksi penyumbatan pada arteri yang mungkin bisa dipindahkan dengan menggunakan suatu balon yang dilekatkan pada ujung jari pipa. Pipa ini disisipkan pada arteri tersebut dan balonnya ditiup pada lokasi penyumbatan. Dengan demikian aliran darah kembali normal. Jika pasokan darah sangat minim, pembedahan kiranya dibutuhkan untuk memotong sumbatan pada arteri kaki dan karenanya mengurangi resiko amputasi.

  • Penanganan Infeksi pada borok kaki akibat diabetes?

Kerap kali sulit untuk menentukan tingkat keparahan infeksi borok pada kaki akibat Penyakit Diabetes, juga sulit untuk menentukan apakah infeksinya telah sampai ke struktur kaki yang lebih dalam,termasuk tulang. Biasaya infeksi yang menyertai cedera kulit mengarah pada warna kulit yang memerah. Rasa sakit dan sakit bila disentuh.Namun gejala-gejala ini bisa saja tidak terjadi pada diabetes, terutama jika ada kerusakan saraf kaki yang terkait denagn penyakit ini. Karenanya, dokter anda kemungkinan akan “menggali” ke area kaki yang lebih dalam untuk mendeteksi infeksi pada bagian bagian yang lebih dalam, terutama tulang, jika ada. Ia juga akan mencari infeksi yang disebabkan bakteri yang menyebabkan terbentuknya gas pada bagian kaki yang terkena. Adanya gas pada jaringan-jaringan ini menunjukkan infeksi dalam yang mungkin sulit dikendalikan.

Sinar-x sering kali diperlukan untuk menentukan apakah tulang kaki yang juga terkena tau tidak. Dokter anda juga mungkin mengumpulkan jaringan dari kaki yang sakit dan mnegirimnya untuk diperiksa kepekaan kulturnya (culture sensitivity). Ini berarti bakteri dari jaringan kaki anda pertama-tama akan diisolasi lalu dikembangbiakkan pada medium buatan di laboratorium. Tes akan dilakukan untuk mengidentifikasi antibiotik yang paling efektif.

Kebanyakan orang yang terkena infeksi kaki akibat diabetes membutuhkan perawatan di rumah sakit, terutama jika tulangnya karena atau terjadi pembentukan abses.Menangani Kaki Diabetes Ini karena, untuk mengontrol diabetes, suntikan insulin mungkin dibutuhkan dalm dosis yang relatif tinggi. Selain itu, pemberian infus berupa kombinasi antibiotik acap kali dibutuhkan mengontrol infeksinya.

Pilihan perawatan berbeda bagi infeksi ringan dan infeksi dalam. Biasanya, antibiotik dideteksi hanya seteslah pelaksaanaan uji kepekaan kultur. Borok ringan bisa dirawat dengan antibiotik  oral seperti amoksisilin klavulanat atau siprofloksasin denag klindamisin. Obat-obatan oral mungkin perlu dikonsumsi selama beberapa minggu untuk mengontrol infeksinya secara efektif. Infeksi dalam juga diobati dengan antibiotik yang awalnya diberikan melalui infus, lalu dieberikan sebagai obat-obatan oral selama beberapa minggu, kadang kala bahkan sampai 12 minggu.

Penanganan gangrene di kaki

Matinya jaringan kaki, baik pada bagian maupun seluruh kaki, mudah diagnosis. Namun uji-uji yang terinci diperlukan untuk mempelajari jumlah dan sejauh mana sirkulasi darah pada kaki dan tungkai. Perbaikan pada bagian pembuluh darah yang terkena sering kali direkomendasikan bagi borok tingkat 4. Perbaikan ini dapat dialakukan baik melalui angioplasty atau pembedahan Bypass. Angioplasty adalah suatu prosedur diaman sumbatan-sumbatan arteri dibuang melalui “pipa” yang diselipkan ke dalam arteri. Pembedahan bypass adalah suatu prosedur dimana bagian arteri yang sehat, yang tepat berada di atas sumbatan, dihubungkan dengan pertolongan pembuluh darah yang lain ke arteri yang tepat dibawah sumbatan. Karenanya aliran darah dikembalikan melalui bypass. Sebagai tambahan terdapat perwatan melalui pembedahan bagian arteri yang rusak, antibiotik yang sesuai direkomendasikan untuk mengendalikan infeksinya.

Orang yang mengalami Gangrene atau rasa sakit di kaki pada saat beristirahat biasanya mmebutuhkan pembedahan untuk membuang bagian yang sakit. Pada kasus gengrene di seluruh

Posted in Penyakit Gula | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Penyakit Gula Darah

Beberapa tanaman obat memiliki manfaat seperti insulin dalam tubuh manusia. Tanaman tersebut mampu menurunkan kadar gula darah yang berlebihan pada penyandang diabetes. Dibarengi degan pola makan sehat dan berolahraga, obat herbal ini dikonsumsi sesudah makan untuk mengendalikan kadar gula darah.

Salah satu penyebab penyakit gula darah adalah mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat. Terlalu banyak karbohidrat yang dikonsumsi akan menyebabkan produksi gula dalam darah menjadi berlebihan. Gula darah yang berlebihan itu menyebabkan terjadinya penyakit gula darah. Bila sudah terkena, maka pola makan harus dikendalikan dan tentunya harus berolahraga minimal 3-4 kali dalam seminggu.

Tanaman obat pun bisa dikonsumsi untuk membantu mengendalikan gula darah. Obat herbal bekerja seperti insulin. Tanaman herbal ini bisa digunakan dalam jangka panjang tanpa adanya efek samping.

Tanaman obat berfungsi konstruktif, yaitu membangun kembali jaringan yang rusak serta menyembuhkan komplikasi. Obat herbal bekerja menurunkan gula darah dengan mekanisme menghambat penyerapan gula berkat kadar seratnya yang tinggi. Contoh tanaman seperti pare dapat bekerja memperbaiki sel beta pankreas dan merangsang sel beta pankreas gula darah

Bagi penderita diabetes yang mengonsumsi obat dari dokter, maka harus berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi tanaman obat. Diperlukan jarak waktu antara minum obat dokter dan minum obat herbal.

Berikut ini adalah beberapa herbal penurun gula darah, yaitu :

1. Mahkota Dewa

Efek farmakologi: antiradang, obat disentri, sakit kulit, dan eksim.

Cara penggunaan :

- Lima hingga tujuh iris buah mahkota dewa diseduh dengan satu gelas air panas (200 cc).
- Tutup dan biarkan sebentar agar melarut dulu
- Kemudian minum secukupnya.

2. Brotowali

Efek farmakologi : analgesik (menghilangkan rasa sakit), anti piretik (menurunkan panas)

Cara penggunaan :

- Siapkan 6 cm batang brotowali, cuci bersih, lalu potong-potong
- Tambahkan sepertiga genggam daun sambiloto dan sepertiga daun kumis kucing
- Rebus dengan tiga gelas sampai menjadi dua gelas
- Lalu diminum setelah makan.

3. Mengkudu

Efek farmakologi : memperbaiki sel beta pankreas dan reseptor insulin yang tidak berfungsi dengan baik.

Cara penggunaan :

- Dua buah mengkudu masak diparut
- Kemudian tambahkan sedikit air kapur
- Aduk sampai merata
- Peras dengan sepotong kain lalu diminum.

4. Lidah buaya

Efek farmakologi : antiradang, pencahar

Cara penggunaan :

- 1 lembar lidah buaya dicuci bersih, buang durinya, kemudian dipotong-potong
- Rebus lidah buaya dengan tiga gelas air sampai menjadi satu setengah gelas
- Minum 3 x 1,5 gelas setiap habis makan.

5. Pare

Efek farmakologi : antiradang, sifatnya dingin. Charantin dan polypeptide-P di dalam pare merangsang sel beta pankreas mengeluarkan insulin.

 

Cara penggunaan :

- 200 gram buah pare segar dipotong-potong, lalu dijus atau direbus
- Kemudian airnya diminum.

6. Teh Hijau

Efek farmakologi : polifenol di dalam teh meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Efek teh hijau terhadap insulin ini pernah diteliti oleh Hiroshi Tsuneki dkk dan diterbitkan dalam jumal BMC Pharmacology edisi 2004.

 

Cara penggunaan :

- Satu sendok teh daun teh hijau diseduh dengan air panas
- Minum setelah makan.

Posted in Penyakit Gula | Tagged , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Penyebab Penyakit Gula Darah

Berikut ini merupakan gejala-gejala penyakit gula darah, antara lain :

• Berat badan menurun
• Kelelahan
• Penglihatan kabur
• Sering buang air kecil
• Terus menerus lapar dan haus
• Meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni

Penyakit mematikan terbesar ketiga adalah penyakit gula darah. Salah satu penyebab terjadinya penyakit gula darah adalah ketidakteraturan makanan.

Penyebab penyakit gula darah dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:

1. Pola makan

Salah satu penyebab penyakit gula darah yang sering dialami oleh anak remaja saat ini adalah makan secara berlebihan dan melebihi jumlah kadar kalori yang dibutuhkan. Mengkonsumsi makanan secara berlebihan dan tida diimbangi dengan sekresi insulin dalam jumlah yang cukup memadai akan menjadi penyebab penyakit gula darah karena bisa membuat kadar gula dalam darah meningkat dan pastinya sumber utama penyebab penyakit gula darah.

Penyebab penyakit gula darah karena pola makan, contohnya :

- Kelebihan teh manis
- Suka ngemil
- Kelebihan soft drink

2. Obesitas (kegemukan)

Salah satu pendorong penyakit gula darah adalah kegemukan atau obesitas. Orang yang memiliki berat badan lebih dari 90 kg memiliki potensi sangat besar untuk terjangkit penyakit gula darah.

3. Faktor genetis

Orang tua dapat mewariskan penyakit gula darah kepada anaknya. Gen penyebab penyakit gula darah akan dibawa oleh anak jika orang tuanya menderita penyakit gula darah. Pewarisan gen ini dapat sampai ke turunan selanjutnya seperti kepada cucunya bahkan cicit walaupun resikonya sangat kecil.

4. Bahan-bahan kimia dan obat-obatan

Bahan kimia dan obat-obatan menjadi faktor penyebab penyakit gula darah, karena bahan-bahan kimia dapat merusakkan sel-sel pada pankreas sehingga dapat menyebabkan radang pada pankreas. Radang pada pankreas bisa mengakibatkan fungsi pankreas untuk proses metabolisme tubuh akan menurun, termasuk insulin. Segala jenis obat-obatan yang terakumulasi dalam waktu yang lama dapat mengiritasi pankreas. Kerusakan sel – sel pada pankreas merupakan akar dari penyebab penyakit gula darah.

5. Penyakit dan infeksi pada pankreas.

Salah satu penyebab radang pada pankreas yang dapat memicu terjadinya penyakit gula darah adalah infeksi mikroorganisme dan virus pada pankreas. Saat fungsi pankreas menurun, maka tidak ada sekresi hormon-hormon untuk proses metabolisme tubuh, termasuk hormon insulin yang menjadi penyebab penyakit gula darah. Penyakit seperti kolesterol tinggi dan dislipidemia dapat meningkatkan resiko terkena penyakit gula darah.

Penyebab penyakit gula darah karena karena Penyakit dan infeksi pada pankreas, contohnya :

- Radikal bebas
- Sering menggunakan botol plastik berulang kali

6. Pola hidup

Pola hidup juga sangat mempengaruhi faktor penyebab penyakit gula darah. Jika seseorang jarang berolah raga, maka orang tersebut lebih rentan untuk terkena penyait gula darah karena olahraga memilki fungsi untuk membakar kalori yang berlebihan di dalam tubuh. Kalori yang tertimbun di dalam tubuh merupakan faktor utama penyebab penyakit gula darah selain disfungsi pankreas.

Penyebab penyakit gula darah karena pola hidup, contohnya :

- Kurang tidur.
- Malas beraktivitas fisik
- Kebanyakan duduk.

Dengan menerapkan pola makan dan pola hidup yang sehat merupakan pencegahan awal penyakit gula darah.

Posted in Penyakit Gula | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Gula Darah

Penyakit gula darah merupakan suatu jenis penyakit gangguan kesehatan yang kadar gula di dalam darah seseorang meningkat lebih tinggi yang disebabkan gula dalam darah tersebut tidak dapat digunakan dengan baik oleh tubuh. Penyakit gula darah ini dikenal dengan sebutan penyakit kencing manis yang jumlah penderitanya sangat banyak di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyakit ini digolongkan menjadi penyakit sistem metabolisme dalam tubuh, dimana hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas tidak mampu diproduksi sesuai kebutuhan tubuh.

Hormon insulin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah atau kadar gula dalam darah. Insulin merupakan salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas dan sangat dibutuhkan untuk merubah dan memproses karbohidrat, lemak dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin ini juga mempunyai fungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah.

Ada beberapa faktor yang menjelaskan penyebab terjadinya resistensi insulin, diantaranya adalah faktor kegemukan atau obesitas. Pengontrolan kadar gula dalam darah bagi penderita penyakit gula darah tipe 2, bisa dengan melakukan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan dan pemberian tablet diabetik. Jika dengan pemberian tablet belum mendapat respon yang maksimal dalam penanganan kadar gula dalam darah, maka pengobatan dengan menggunakan suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.

Penyakit gula darah ini akan menimbulkan beberapa penyakit lain seperti :

1. Gangguan penglihatan mata
2. Katarak
3. Penyakit jantung
4. Sakit ginjal
5. Impotensi seksual
6. Luka sulit sembuh dan membusuk
7. Infeksi paru-paru
8. Gangguan pembuluh darah
9. Stroke, dan sebagainya.

Tidak sedikit pula penderita penyakit gula yang sangat parah, anggota tubuhnya diamputasi karena pembusukan. Oleh sebab itu,sangat dianjurkan melakukan perawatan yang serius bagi penderita serta menjalani pola hidup yang sehat, baik yang masih sehat maupun yang sudah sakit.

Posted in Penyakit Gula | Tagged , , , , , | 1 Comment